Aku Juga Mungkin Pernah Tampan






Meski memiliki bentuk fisik yang hampir sama kuda dan zebra memiliki tingkat kekerenan yang berbeda, Kuda seakan menjadi sosok hewan yang perkasa dan sering dijadikan kendaraan oleh para pahlawan mulai dari Zorro, Rhoma Irama (Satria Bergitar), hingga pak kusir yang sedang bekerja mengendarai kuda supaya baik jalannya. Sedangkan zebra ? paling hanya dijadikan tanda penyebrangan yang biasa disebut “Zebra Cross”, sungguh menyedihkan. Dan aku adalah zebra yang takan pernah bisa sekeren kuda. Dan aku tetaplah zebra, yang warna hitam putihku akan kalah menarik dari papan catur tempat bidak catur menari-nari.
Saat gw duduk di sekolah menengah pertama, ada seorang wanita yang menyukaiku dan aku senang. Dia menyukaiku, apakah karena aku tampan ? tentu tidak , alasannya karena gw mirip mantan pacarnya. Kemudian Saat gw duduk di  sekolah menengah atas, ada lagi wanita yang menyukaiku dan aku senang. Dia menyukaiku, apakah karena aku tampan ? tentu tidak, alasannya karena  gw enak diajak ngobrol. Begitu pula dengan kisah-kisah lainnya, nggak pernah ada yang menjadikan ketampanan sebagai alasan dia tertarik padaku. Padahal kalau dirumah gw sering bertanya kepada cermin “ wahai cermin, siapakah pria tertampan didunia ini ? “ Cermin hanya bisa diam dan membisu. Namun menurut survey yang ditujukan untuk 100 orang motivator di salah satu daerah di negara Zimbabwe mengatakan bahwa “ selalulah untuk berfikir positif kapanpun dan di manapun”, itulah yang akhirnya membuat gw berpikir bahwa cermin akan berkata gw lah yang tertampan di dunia ini.
Gw si pemuda bertubuh kurus yang bercita-cita untuk jadi pria tampan sejak jaman penjajahan sungguh tak pernah tercapai, malah tambah jauh dari kata tampan. Apalagi saat tahun 2013 butiran merah merona mulai menghiasi wajahku, ketampanan mulai hilang dari hidupku. Dan tahun 2014 akhir, aku kembali diterjang sebuah tragedi dimana gigi kelinciku harus terpotong setengah karena lompat indah dikolam renang anak kecil. Aku seakan melengkapi syarat menjadi pria yang jauh dari kata tampan, ditambah mata minus yang memaksaku untuk menggunakan kacamata. Belum sampai disitu, gw yang mempunya hobi mengondrongkan rambut melengkapi diriku yang urakan dan tak terurus. Tapi gw selalu yakin, Kalau aku juga pernah tampan.
Kesimpulan yang bisa gw tarik, gw telah gagal jadi pria idaman. Meski sebelumnya gw pernah berkata jika gw adalah pria idaman wanita. Sepertinya aku telah berbohong waktu itu. Gw seakan menjadi karakter geek dalam film “ Campus Confidential  “, meski terlihat menjijikan dia mampu menaklukan wanita tercantik di kampusnya. Sayang, itu hanya fiksi dan peluang terjadi dalam kehidupan nyata sangat kecil, dan tergantung kerja dari seorang dukun.
“ Jika ada yang mencintaimu dalam keadaan keadaan menjijikan, maka yakinlah itu adalah cinta sejati yang tulus dan suci “

0 comments:

Post a Comment