Apa Benar Politik Itu Kotor ?


Politik, yah selama ini gue tau kalau itu kotor dan menjijikan.Gue sadar akan politik, dengan sangat menggila gue mulai mengikuti perkembangannya, tapi bukannya gue sangat buta dengan keadaan politik di Indonesia.Soe Hok Gie, pertama mendengar namanya pada saat gue menonton film tentang dirinya.Dan pada saat itu gue mengidolakannya, karena keberanian dan juga kecintaannya terhadap sastra.Ada satu kalimat yang diucapkan olehnya dan cukup membekas diingatan gue.
- Soe Hok Gie  ( Aktivis Indonesia )
 Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.-Gie
Dan beberapa hari yang lalu gue menemukan quote dari twitter salah satu comic terkenal di Indonesia, quotenya dalam bentuk gambar.Pada saat itu gue mulai yakin bahwa gak salah kalau gue tertarik dengan politik.Seperti inilah kutipannya :
 - Bertolt Brecht  ( Penyair Jerman )
Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik.Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik.Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik.Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional. 
Ketertarikan gue sih karena politik emang menarik, layaknya sinetron Indonesia.Ada yang baik, ada yang jahat, ada yang pura-pura baik, hingga ada yang baik tapi selalu dikira jahat.Politik juga cukup kejam, sangat kejam malah, karena hampir semua pelanggaran terjadi di dalamnya, tapi gue selalu yakin kalau masih ada orang baik di dalamnya.

Dan benarkah kalau politik itu itu kotor ? gue rasa itu tergantung cara seseorang menjalaninya, lagi-lagi itu kutipan salah satu idola gue, Anies Baswedan:

9 Juli 2014, pesta demokrasi akan berlangsung di Indonesia.Awalnya gue sangat bingung harus memilih siapa yang pas untuk gue titipin suara gue, namun seiring berjalannya waktu muncullah tokoh-tokoh yang membuat gue kagum dan meyakinkan diri untuk gak golput.Dilain waktu akan gue sampaikan siapa pilihan gue dan mengapa gue memilih orang itu.

" Setiap orang punya ketertarikan dan minatnya sendiri, tak ada salahnya kalau saya harus tertarik pada apa yang kau benci.Selama itu tak melanggar aturan yang telah ada "

0 comments:

Post a Comment