Menertawakan Cinta



Tak selamanya pelangi itu indah, tak selamanya hujan itu menyejukan,dan tak selamanya malam itu menenangkan. Setelah hujan telah lelah membasahi dunia, sang pelangi pun mulai datang dan menampakan diri sebagai bentuk kesombongannya akan keindahan yang dia miliki.Pelangi seakan lupa pada sang malam, bahwa dirinya takan ada artinya bila tampak dimalam hari.

Kepercayaan, menurut gw sebuah kisah cinta tanpa kepercayaan itu seperti seorang tuna netra yang bermain layang-layang, dia hanya bisa merasakan tarikan angin tanpa ia tau apa yang terjadi dengan layang-layangnnya. Gw coba kasih perumpamaan berdasarkan curhatan salah satu teman gw, teman gw ini sedikit risih dengan kelakuan pacarnya di jejaring sosial, yang kata dia sedikit genit. Nah masalahnya dia sendiri tidak memiliki jejaring sosial , gw ambil contoh pesbuk. Pacarnya genit di pesbuk sedangkan dia gak punya pesbuk gimana dia tau dan bisa meminimalisir kelakuan pacarnya?. Tapi gw sendiri gak tau gimana dia tau kalau pacarnya tau kalau pacarnya genit, muter-muter banget dah tulisan gw nih. Menurut penilaian gw sih sepertinya dia hanya bisa berfikir positif ajah, yah emang bagus sih. Tapi kamu akan tetap berpikir positif jika ada seekor ular yang hidup dirumahmu ? yah mungkin kamu akan berpikir, ah ularnya hanya segede anak cacing. Kalau gw sih gak yakin kalau ular itu akan selamanya gedenya seperti anak cacing. So mending coba cari tau ketimbang mencoba terlihat bodoh untuk kebahagiaan yang semu.

Next, Kesadaran. Yah cinta emang sangat butuh kesadaran, kita sebaiknya sadar tentang apa yang kita perjuangkan dan apa yang kita pertahankan. Wanita terkadang mengukur kehebatan seorang pria dari perjuangan pria itu, mau ke sini minta dijemput, mau ke sana minta dianterin. Yah kita berbicara cinta, tapi cinta tidak selamanya tentang antar jemput. Cinta terkadang membuat kita keliru memahaminya, akhir-akhir ini gw sering denger dan lihat quote cinta yang berbunyi " Suka banget deh ama cowok yang kalau ama aku cerewet tapi ama cewek lain cuek " ayolah biarkan lelakimu bersosialisasi.Coba sadari posisinya, jangan karena bertamengkan cinta wanita ingin selalu dimengerti. Cobalah pikirkan kenapa pacarmu gak harus ngejemput dan nganterin kamu, kalau hujan kan pacarmu bisa sakit, yah bagus kalau hujannya air coba kalau hujan linggis yah itu lain cerita.

Kedewasaan.Apa yah .... oh iyah gw mau nyinggung soal pacaran karena cinta dan pacaran karena nafsu. kalau karena cinta, itu lebih sering dialami cewek, kalau cowok yah paling 5 banding 2. Kalau karena nafsu, yah jelas itu milik mutlak seorang lelaki tapi kalau ada cewek yang pacaran karena nafsu, gw sarankan mending dia direhabilitasi ajah dulu. sebenarnya simple sih kalau mau tau kamu dalam jalur pacaran yang serius ( dewasa ) atau nggak. Ini trik gw, berpikir dewasa berarti kita akan sedikit berpikir kedepan, dalam hal ini ialah pacaran secara dewasa. Simple sih, pacaran dewasa yah finishnya adalah pernikahan, sedangkan pacaran main-main atau pacaran gaje finishnya yah putus beserta penyesalan besar seorang wanita dan prestasi yang indah buat lelaki.Untuk wanita, coba lihat wajah pacarmu apa masuk dalam pikiranmu bahwa dia akan menjadi imammu kelak ? atau yang paling kasarnya bayangin saat anakmu memanggilnya ayah, yang jelas merupakan suamimu, berlebihan tapi ini jitu. Jika tidak, lepaskan dan cari yang lain hwahaha. Tapi gak ada yang tau sih tentang masa depan, bisa saja berubah.


" Hari ini adalah perencanaan hari esok, apa yang kau lakukan hari ini 
adalah hasil yang akan kau dapatkan hari esok "

0 comments:

Post a Comment