Because, Aku Sedang Ketakutan





Yes, untuk pertama kalinya gw memberi judul tulisan gw ini dengan bahasa Inggris, yah meski hanya satu kata aja sih haha. Mungkin beralasan, tapi alasannya tidak cukup kuat untuk mengungkapkan keresahan dan kegelisahan hati. Aku mengandaikan diri gw kali ini seperti ikan lele yang berharap bisa berenang dengan santainya dalam aquarium pada lobi hotel bintang lima, gak mungkin dan takan pernah terjadi. Lele biarkan saja dikolam kotor, karena emang disitu tempatnya dan aquarium biarkan ikan-ikan hias dan cantik berenang didalamnya, dan jika ada ikan hias lainnya yang menarik ?, yah biarkan saja disatuin dalam aquarium itu, yang jelas jangan pernah menyatukan ikan hias dan ikan lele, Karena beda kelas dan levelnya (takan bisa bersama). Pembukaan yang sangat gak nyambung dengan isi tulisan gw kali ini ...
Takut, rasa yang sedang gw alami akhir-akhir ini. Yang gw takutin adalah keadaan, kenyamanan dan kehilangan yang gw takutin. Tinggal menghitung hari gw akan pergi meninggalkan tempat yang menjanjikan kenyamanan pada gw, disisi lain tempat ini juga siap memberikan rasa kehilangan yang mendalam. Gw sejatinya bukannya ingin melanjutkan trend kalau semua lelaki itu bajingan, seenaknya datang dan seenaknya pergi. Gw sekarang hanya sedang berpikir dan sedang dalam ketakutan, takut jika hati gw dijajah oleh seseorang yang masih asing dan sama sekali gw gak tau bagaimana bentuknya, begitu pula dia terhadap gw. Ketakutan lainnya yang gw rasakan dan gw perkirakan, jika dan bila gw harus tetap disini mungkin saja ini anugrah untuk gw tapi tidak untuknya, bencana untuknya tapi tidak untuk gw. Gw sedang tidak tertarik untuk membuat kisah ini bagaikan  film “ Beauty and The Beast “, sadar diri dan berkata siapa gw ?
Ilfil, itu yang sangat-sangat gw takutin. Dia mungkin menerima gw tanpa melihat bagaimana gw, tapi jika setelah dia tau gw seperti apa, gw selalu berpikir dia butuh berapa kantong kresek untuk menampung muntahnya setelah melihat bentuk gw hahaha. Pria kurus, tinggi, dan berjerawat wahahah .... sungguh kasihan jika kisahnya harus semenyedihkan ini, gw lebih berpikir perasaannya, untuk perasaan gw sih gak usah dipikirkan, karena rasa kecewa emang selalu pantas untuk seorang pecundang seperti gw.
Mungkin gw adalah satu dari sekian orang yang nggak percaya dengan cinta apa adanya, menerima apa adanya, kalau diijinkan gw untuk nangis dan berkata pada mereka para wanita “ sadarlah , kalian memilih pasangan karena ada tuntutan dan kriteria yang tak perlu diungkapkan”. Yang gw harus lakukan saat ini ialah tetap jadi lelaki yang baik, bukan pura-pura baik atau bertindak so’ keren. Untuknya gw jujur, gw menyukainya. Tapi tolong biarkan, biarkan rasa suka ini berasal dari satu arah atau bisa dibilang gw menyukainya tanpa pamrih, karena seiring berjalannya waktu gw akan tertutup oleh orang lain. Doa’ku semoga dia mendapatkan yang terbaik, karena gw gak akan pernah rela jika dia harus bersama orang yang tak pantas untuknya.
Dan akhirnya tulisan cemen gw ini berakhir juga ...... >.<

Celotehan Selamat Jalan Kota Angin





Waktunya telah datang, saat dimana gw harus kembali ke kampung halaman. Sembari melambaikan tangan pada kota angin dan berucap terima kasih untuk waktu yang menynangkan selama ini. Gw jujur dalam keadaan bimbang, dihati kecil ingin tetap bertahan tapi keinginan besar juga memaksa untuk harus pergi meninggalkan kota kecil ini. Selalu berpikir bahwa gw akan tetap menjadi orang asing, meski beberapa teman mengatakan “ kenapa gak tetap tinggal saja di sini ? “ yah..ada beberapa yang tak menganggapku orang asing, dan bisa jadi mereka menganggap gw bagian dari mereka. Berat emang untuk meninggalkan kenyamanan, siapapun dia dan bagaimanapun dia. Jadi gw pun menyimpulkan, gw harus pulang dan sebisa mungkin menghindari timbulnya kenyamanan-kenyamanan yang lain, yang bisa saja menjadi awal dari sakit hati.

Mungkin esok gw akan sangat rindu dengan hari ini dan hari kemarin, di mana gw menertawakan orang dan juga malah menjadi bahan tertawaan orang, saat di mana gw ejek sebagai jomblo. Berawal saat gw menjadi mahasiswa baru disalah satu universitas swasta di Jawa Barat, kalau bisa diibaratkan gw bagaikan alien yang sedang numpang pipis di bumi, sama sekali gak ada yang gw kenal ,yah gw hanya datang dari asal yang berbeda dengan tujuan menjadi seorang sarjana. Yang gw butuhin saat itu adalah teman, teman yang punya minat yang sama dengan gw seorang pemuda lulusan SMA jurusan IPS. Namun yang ada hanyalah mayoritas lulusan SMK dengan jurusan yang sesuai atau seirama dengan jurusan kuliah yang gw ambil. Menyedihkan, hingga berjalannya waktu dikelas gw malah gw salah satu mahasiswanya yang punya pergaulan cukup bagus bahkan lintas fakultas, gw anggap gw waktu itu adalah fakir teman yang berubah menjadi seorang makelar teman. Gw pun berpikir sejenak apa lagi yang gw butuhin ? tambatan hati ? kekasih hati ? hahaha... tertawa dengan sangat lepas rasanya dalam hati jika teman gw ngejek gw jomblo ngenes, selalu gw katakan gw jomblo karena emang gw gak nyari, hobby gw masih sangat terlalu menarik untuk menyisihkan sedikit waktu untuk memikirkan keadaan orang lain. 

15 Oktober 2015 kemarin, gw ada obrolan singkat dengan teman futsal gw dilapangan futsal tentunya. kira-kira obrolan gw seperti ini :

Teman : Kenapa gak pacaran ? ngenes banget, pasti klo ngeBBM cewek sering ngePING2 yah ?
Gw: haha... apa ada yang lebih keren dari trik pdkt yang seakan memaksa seperti itu ?
Teman : trus kenapa ? cari bro kalau mau nih pin-pin cewek2 cakep
Gw: Saya kalau mau pacaran, saya mungkin masih bertahan ama yang kemarin, lagi enak sendiri sih sekarang. Lagian kan saya juga mau pulang kampung...
Teman : yah..cari-cari ajah, emang kamu mau serius gitu ?
Gw: wahahah buang-buang waktu kalau pacaran untuk gak serius, emang dalam pandangan cowok lain saya adalah orang yang bego. Karena cowok selalu dalam posisi yang untung dan cewek dalam posisi yang merugi.
Teman : ah.....alasan
Gw: ah si kampreettt.... tolong jangan memaksa saya untuk jadi Mario Teguh

Obrolan yang mungkin cukup geli, karena dimana  biasanya cowok brengsek kalau pada ngobrol gak bakalan jauh-jauh dari obrolan seputar selangkangan. Mungkin saat itu gw sedang pencitraan juga sih, biar dikira cowok baik-baik wahahaha tapi aslinya baik kok, itu kata sebagian teman-teman cewek gw gak tau juga sih sebagiannya lagi, mudah-mudahan sama. Oh kok melenceng gini pembahasannya, jadi kalau bisa disimpulkan gw hanya menghindarkan diri gw dari kenyamanan lain sebelum gw pergi meninggalkan kota ini.

“ Yang ditinggalkan akan merasakan kehilangan paling dalam dari pada yang meninggalkan, maka dari itu sebaiknya hindari segala bentuk kenyamanan, karena dengan menghindarinya rasa kehilangan akan tidak begitu menyakitkan “