Tangisan Tak Selamanya Menyakitkan


Tangisan Tak Selamanya Menyakitkan
Dia berlari dan orang di sekitarnya menyuruh merangkak saja,
Tak punya daya untuk  terus berjalan apalagi untuk kembali berlari,
Dia hanya bocah ingusan yang hanya bisa berbicara jika disuruh,
Terlatih untuk terbiasa menjadi orang yang tak bisa diandalkan,

Disaat matahari bersinar begitu cerah
Disaat itu pula ia bersembunyi di balik kegelapan
Disaat bulan bersinar begitu indah
Dia mulai terlelap tidur dalam balutan selimut kegelapan

Sejak seorang bocah tanpa dosa menangis di ruang persalinan,
Hingga seorang anak yang berasal dari kepedihan melemparkan toga wisuda ke udara, 
Sejatinya tak selamanya tangisan itu menyakitkan.

Apa Benar Politik Itu Kotor ?


Politik, yah selama ini gue tau kalau itu kotor dan menjijikan.Gue sadar akan politik, dengan sangat menggila gue mulai mengikuti perkembangannya, tapi bukannya gue sangat buta dengan keadaan politik di Indonesia.Soe Hok Gie, pertama mendengar namanya pada saat gue menonton film tentang dirinya.Dan pada saat itu gue mengidolakannya, karena keberanian dan juga kecintaannya terhadap sastra.Ada satu kalimat yang diucapkan olehnya dan cukup membekas diingatan gue.
- Soe Hok Gie  ( Aktivis Indonesia )
 Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.-Gie
Dan beberapa hari yang lalu gue menemukan quote dari twitter salah satu comic terkenal di Indonesia, quotenya dalam bentuk gambar.Pada saat itu gue mulai yakin bahwa gak salah kalau gue tertarik dengan politik.Seperti inilah kutipannya :
 - Bertolt Brecht  ( Penyair Jerman )
Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik.Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik.Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik.Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional. 
Ketertarikan gue sih karena politik emang menarik, layaknya sinetron Indonesia.Ada yang baik, ada yang jahat, ada yang pura-pura baik, hingga ada yang baik tapi selalu dikira jahat.Politik juga cukup kejam, sangat kejam malah, karena hampir semua pelanggaran terjadi di dalamnya, tapi gue selalu yakin kalau masih ada orang baik di dalamnya.

Dan benarkah kalau politik itu itu kotor ? gue rasa itu tergantung cara seseorang menjalaninya, lagi-lagi itu kutipan salah satu idola gue, Anies Baswedan:

9 Juli 2014, pesta demokrasi akan berlangsung di Indonesia.Awalnya gue sangat bingung harus memilih siapa yang pas untuk gue titipin suara gue, namun seiring berjalannya waktu muncullah tokoh-tokoh yang membuat gue kagum dan meyakinkan diri untuk gak golput.Dilain waktu akan gue sampaikan siapa pilihan gue dan mengapa gue memilih orang itu.

" Setiap orang punya ketertarikan dan minatnya sendiri, tak ada salahnya kalau saya harus tertarik pada apa yang kau benci.Selama itu tak melanggar aturan yang telah ada "

Gw Ulang Tahun ? Haha Becanda.......



Seorang anak lahir dari rahim seorang ibu pada hari itu, tepat 22 tahun yang lalu tangisan tanpa dosa terdengar berisik dari sebuah ruangan.Senyuman terpancar dari orang-orang yang menanti kehadiran bocah itu.Dan tepat 22 tahun kemudian bocah itu tumbuh dewasa, dengan memikul segala bentuk cita-citanya ia duduk dan mencoba menulis kisahnya hari ini 12 Juni 2014.

Hari ini adalah hari ulang tahunku, hari yang menurut gw gak penting.Harapan gw malam itu 11 Juni 2014 pukul 11.59 PM ialah mudah-mudahan tak ada yang menyadarinya. Gw sama sekali tidak berharap mendapatkan ucapan, HBD, selamat ulang tahun, met milad, dan segala bentuk bahasa alay yang mengartikan selamat ulang tahun.Ini tradisi hidup gw, yang sejak kecil tak pernah merayakan ulang tahun. Oh iyah, gw pernah merayakannya tapi tanpa balon, tanpa kue tar, tanpa lilin, dan tanpa nyanyian-nyanyian pengiringnya.Yah itu saat gw SD, cara gw dan penduduk kelas gw merayakan ulang tahun saat itu ialah cukup membeli permen beberapa bungkus dan kemudian dibagikan kepada tiap penduduk kelas gw.Yang gw ingat setiap anak harus mendapat permen 2-3 tapi dengan rasa yang berbeda.Sejak itu gw selalu merahasiakan tanggal lahir gw, yah karena menghindar dilempari telur dan tepung.

Teeeeennggggg....tepat 12.00 PM, orang pertama yang mengucapkan ulang tahun ke gw bukan dari keluarga gw, bukan pacar gw, apalagi pacar orang, melainkan sahabat gw saat duduk di bangku SMA.
Setelah itu baru deh muncul pesan-pesan dari FB, Kaskus, dan BBM.Dengan nada yang sama dan tetap konsisten dengan kalimat " Ditunggu traktirannya ".Sepintas gw berpikir, bagi orang miskin atau sederhana yang berada dalam pergaulan modern, ulang tahun adalah hal yang mengerikan.Kenapa ? yah ...seakan-akan ulang tahun membuktikan kalau peribahasa " Besar pasak dari pada tiang " terlihat begitu nyata.

Pada hari ini juga terlihat begitu padat, kuliah, touring, futsal, dan observasi tugas kuliah.Alhasil sampai di rumah sekitar pukul 06.30 WIB.Oh iyah , saat futsal ada momen yang membuat gw merasah gak enak dan sangat bersalah.Saat bertanding, baru sekitar 5 menit berlalu terjadi benturan antara gw dan pemain lawan.Apa yang terjadi ? Alhamdulillah gw baik-baik saja, tetapi lawan gw harus mengalami cedera pada pelipis, bibir, dan dagunya.Awalnya gw mengira itu tidak apa-apa, karena dia sempat berdiri dan memegang kepalanya sembari berjalan keluar lapangan dan meminta pergantian pemain.Setelah pertandingan usai gw mencari pemain lawan yang sempat bertabrakan dengan gw, namun teman gw berkata "dia sudah pulang, dan dia mengalami luka.......... " gw pun seketika down dan merasa bersalah.Dan kemudian gw mendatangi teman-temannya dan meminta maaf sekaligus meminta kepada temannya untuk menyampaikan permintaan maaf gw.Tapi tetap gw punya niat untuk meminta maaf secara langsung..

Mungkin itulah gw dan hari ini, 12 juni2014.Dan selalu gw katakan, kalau gw gak merayakan yang namanya ulang tahun, tapi gw tetap membuka pintu rumah buat siapa saja yang mau mengirimkan kado wahahah.

" Aku lahir bukan untuk bersenang-senang merayakan ulang tahun, melainkan aku lahir untuk bersyukur karena masih bisa hidup dengan damai di dunia ini "